Welcome To My Blog Dwi Febrianti

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT akhirnya Blog saya jadi juga.....
Ada yang pernah berkata sama saya, ketika kita melakukan atau mengerjakan sebuah pekerjaan atau tugas tidak boleh mengeluh dan merasa pekerjaan atau tugas itu sulit dikerjakan tetapi kita harus meyakinkan diri kita pasti Bisa mengerjakan pekerjaan atau tugas yang diberikan pada kita.
ketika kita berpikir seperti itu, maka pekerjaan atau tugas yang sebenarnya sulit akan dengan mudah kita kerjakan dan dengan cepat terselesaikan.

Aku percaya dengan kalimat itu, karena tadinya mau membuat blog ini saya merasa kesulitan karena baru pertama kalinya membuat Blog, tetapi dengan semangat dan yakin pada diri sendiri bahwa SAYA PASTI BISA, alhamdulillah saya bisa juga buat blog sendiri.
Bangganya Diriku, hehehe....^-^

Minggu, 16 Mei 2010

Tugas Komunikasi Lintas Budaya (Mencari Artikel dan dibuat resume)

Menyimak Pergeseran Budaya dikalangan Remaja dan Perilaku Hedonisme dikalangan Remaja

Kalau Anda berkenan untuk sejenak berhenti dari kesibukan membuat tugas kuliah atau diskusi tentang mata kuliah, baik kalau kita menjadi lebih kritis untuk mengamati kecenderungan perilaku kaum muda remaja dewasa ini yang tentunya menarik untuk dipikirkan bersama.

Semakin pesatnya tren kapitalisme dan konglomerasi elite tertentu maka pertumbuhan kwantitatif tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat perbelanjaan semakin berkembang bak jamur dimusim hujan. Fenomena tersebut secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi budaya dan pola hidup kaum muda remaja sekarang. Pergeseran budaya mulai menjangkiti kaum muda remaja tanpa kompromi dan eksodus besar-besaran tentang paradigma berpikir kaum muda remaja, dari budaya timur menuju budaya barat. Anda dapat melihat kaum muda remaja hedonis bersliweran dengan berbagai mode rambut dengan busana thank top atau junkies, dan alat-alat digital lainnya. Iklim masyarakat sekarang jauh berbeda dengan masyarakat tempo dulu. Namun, bila gejala ini kita telaah lebih lanjut bahwa kaum muda remaja telah jatuh kedalam euforia budaya pop. Selanjutnya kaum muda remaja yang seharusnya menjadi homo significans malahan jatuh kedalam pendangkalan nilai hidup.

Tulisan ini hanya mengajak para pembaca untuk merenungi dampak globalisasi tanpa harus terjerat ke dalam arus pendangkalan hidup post-modernisasi dan bagaimana hal tersebut tidak menggerogoti nilai-nilai positif yang menjadi warisan budaya kita.

Euforia Budaya Pop Remaja : Buah Globalisasi

Manusia harus berubah. Itulah hal yang mendasar yang perlu dipikirkan secara bersama. Memang benar bahwasannya manusia dengan segala budaya dan akal budinya harus dikembangkan seoptimal mungkin, karena akan semakin mengkokohkan kedudukannya dimuka bumi sebagai God Creature yang sempurna dibandingkan dengan ciptaan lainnya.

Kali ini, manusia beralih menuju rentang waktu yang kontradiksional dengan fase-fase sebelumnya, yaitu fase globalisasi. Di satu sisi manusia memang dituntut untuk berkembang menuju kearah yang lebih modern, baik aspek teknologi, hukum, sosial/kesejahteraan sosial, politik, demokrasi, dan semua sistem lainnya harus disempurnakan. Teknologi bidang informatika, kedokteran, bioteknologi, dan transportasi mengalami perkembangan yang begitu dahsyat mengatasi batas-batas ruang dan waktu. Namun, tidak boleh dilupakan bahwa hasil perkembangan manusia bersifat relatif dan ambivalen. Pengaruh negatif dari globalisasi adalah euforia budaya pop, perdagangan bebas, marginalisasi kaum lemah, dan timbulnya gap relation antaara si kaya dan si miskin. Hasil tersebut telah membentuk suatu budaya baru bagi masyarakat, khususnya kaum muda remaja menjadi manusia yang terjebak dalam arus budaya pop.



Penghayatan Hidup dikalanagan Remaja yang Semakin Mendangkal

Ilustrasi di awal tulisan ini hanyalah sekelumit deskrispsi yang membuktikan eksistensi kecenderungan dalam diri manusia modern. Masih banyak contoh-contoh lain sebagai hasil dari globalisasi. kaum muda remaja dewasa ini lebih suka membaca komik atau main game daripada harus membaca buku-buku bermutu. Bacaan dengan analisis mendalam dan novel-novel bermutu hanya menjadi bagian kecil dari skala prioritas mereka, bahan-bahan bacaan seperti itu hanya tersentuh jika terpaksa atau karena tuntutan akademis.

Anda dapat mengelak bahwa gejala-gejala ini merupakan bentuk adaptif dari kemajuan zaman. Tapi, itu adalah rasionalisasi. Sebenarnya, kecenderungan manusia sekarang bukan hanya sekedar masalah mengikuti perkembangan zaman melainkan hal ini adalah masalah gengsi dan penghayatan hidup.

Bukti yang paling mengena adalah televisi, berbagai acara televisi semakin hari semakin jauh dari idealisme jurnalistik, bahkan semakin melegalkan budaya kekerasan, instanisasi, dan bentuk-bentuk kriminalitas. Sebagian tayangan-tayangan tersebut hanya semakin mendangkalkan sifat afektif manusia. Tayangan mengenai bencana alam, kemiskinan, perang, kelaparan, penemuan teknologi, pembelajaran budaya, dan lain sebagainya telah membuat sisi afeksi manusia tidak peka terhadap hal tersebut. Tidak ada proses batin dan intelektual lebih lanjut. Penghayatan nilai-nilai luhur semakin tereduksi.

Eksistensi kaum muda remaja hanya ditempatkan pada pengakuan-pengakuan sementara, misalnya seorang remaja dianggap eksistensinya ada jika remaja tersebut masuk menjadi anggota geng motor, menggunakan baju-baju bermerk, menggunakan blueberry, dugem, clubbing, melakukan freesex, ngedrugs, dan lain sebagainya. Eksistensi kaum muda remaja hanya dihargai sebatas kepemilikan dan status semata. Jika pendangkalan ini terus dipelihara dan dibudidayakan dikalangan remaja kita, makna dan penghargaan terhadap insan manusia semakin jauh. Hasilnya adalah menghilangnya penghargaan terhadap manusia lainnya, misalnya: perang, pemerkosaan, komersialisasi organ tubuh, trafficking, tawuran, dll. Contoh-contoh ini menjadi indikasi kehancuran sebuah kebudayaan yang dimulai dari pergeseran nilai-nilai budaya di kalangan kaum muda remaja kita. Dampak yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan.

Solusi : Internalisasi

Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa manusia sebagai homo significans, pada hakikatnya menjadikan manusia sebagai manusia pemberi makna. Jurus paling ampuh untuk mengatasi pendangkalan hidup post-modernisasi adalah pengendapan atau internalisasi. Internalisasi merupakan proses memaknai kembali makna-makna hidup. Makna hidup yang tadinya dihargai secara dangkal, kali ini digali dan diselami.

Ada dua metode internalisasi yang ditawarkan, yaitu budaya refleksi dan keheningan. Keduanya saling komplementer dan tidak dapat dipisahkan jika hendak melawan arus budaya pop. Refleksi membutuhkan suasana hening. Keheningan jiwa dapat tercapai saat berefleksi. Secara etimologis, refleksi berasal dari verbum compositum bahasa Latin re-flectere, artinya antara lain, memutar balik, memalingkan, mengembalikan, memantulkan, dan memikirkan. Kiranya, dua arti terakhir yang cocok untuk mendefinisikan refleksi dalam kerangka permenungan ini. Refleksi adalah usaha untuk melihat kembali sesuatu secara mendalam dengan menggunakan pikiran dan afeksi hingga dapat menemukan nilai yang mulia yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bekal hidup. Euforia budaya pop di masa globalisasi menawarkan begitu banyak hal yang hanya berakhir menjadi kesan-kesan tanpa satupun yang dapat dialami. Dengan budaya refleksi, kesan-kesan tersebut dapat diendapkan. Secara satu persatu pengalaman negatif maupun positif dapat dianalisis, dipertimbangkan, disimpulkan, dan akhirnya diendapkan dalam nurani. Proses inilah yang membuat kaum muda remaja dapat menyadari baik dan buruknya suatu sikap. Dalam proses ini juga kaum muda remaja diajak untuk menindaklanjuti berbagai pengalaman yang didapat, sehingga muncul nilai-nilai dari setiap kejadian yang dialami, dan tentunya nilai tersebut dapat menjadi bekal hidup selanjutnya.

Peran refleksi dalam kerangka ini juga sebagai nabi, untuk mengingatkan segala larangan ataupun perintah Tuhan yang diajarkan. Refleksi berperan menjadi fungsi kritis dalam diri kaum muda remaja. Saat ia mengalami pendangkalan nilai-nilai hidup dalam bentuk pragmatisme, konformitas buta dan sebagainya. Refleksi menunjukkan kesalahannya, dan mengarahkan kepada yang benar.

Oleh karena itu kita sebagai kaum muda remaja harus mampu merubah diri kita menjadi manusia yang bermakna bagi orang lain melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Usaha ini hanya bisa tercapai melalui usaha pribadi bukan orang lain, ada pepatah mengatakan jangan mengubah orang lain sebelum bisa mengubah diri sendiri. Selamat berefleksi wahai para remaja ... !


Resume :

Nilai budaya sebagai salah satu wujud kebudayaan terus mengalami pergeseran. Nilai budaya merupakan pengarah tindakan manusia dalam menjalani aktifitas hidupnya. Pergeseran nilai budaya di Indonesia dapat di lihat dari beberapa fenomena yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Dalam Artikel diatas dikajifenomena-fenomena yang menyangkut feodalisme-egalitarianisme, Spiritual-material, tradisi modern, Globalisasi dan transformasi nilai-nilai.

Disinyalir Hedonisme telah erat merekat dalam hidup kita.Kelekatan itu berupa seringnya kita terjebak dalam pola hidup Hedonis.Pola hidup seperti ini mudah kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari.Dimana orientasi hidup selalu diarahkan pada kenikmatan, kesenangan atau menghindari perasaan-perasaan tidak enak.

Manusiawi memang tatkala manusia hidup untuk mencari kesenangan, karena sifat dasar manusia adalah ingin selalu bermain (homo ludens-makhluk bermain) dan bermain adalah hal hakiki yang senantiasa dilakukan untuk memperoleh kesenangan. Akan tetapi bukan berarti kita bisa dengan bebas dan brutal mendapatkan kesenangan, hingga menghalalkan berbagai cara demi memperoleh kesenangan.Sikap menghalalkan segala cara untuk memperoleh kesenangan telah banyak menghinggapi pola hidup para remaja saat ini.Sebagai contohnya,remaja yang suka ML ( making love-bercinta ) atas dasar senang-senang saja. Ternyata luar biasa infiltrasi budaya liberal sehingga berhasil mencengkram norma-norma kesusilaan manusia. Tidak salah lagi ini suatu propaganda yang sukses mengakar dalam jiwa-jiwa pemuja hedonisme. Namun ironisnya, mereka para pemuja kesenangan dunia semata, tak menyadari bahwa hal yang dilakukannya adalah perilaku hedon.

Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Faktor internal meliputi sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif , dan persepsi. Adapun faktor eksternal meliputi kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, dan kebudayaan.

Remaja : Jangan memaksakan diri

Tidak ada salahnya memang untuk tampil menarik seperti yang banyak diiklankan di media, dengan sebagian produk yang ditawarkan untuk membantu mewujudkan impian itu. Juga merupakan sesuatu yang wajar untuk pergi berbelanja membeli barang-barang kesukaan. Namun, yang mesti kita ingat, jangan memaksakan diri. Kalau kita ikuti perkembangan mode pakaian, misalnya, kalau tidak pantas, ya tidak usah dibeli, sebaiknya kita sesuaikan dengan diri kita. Singkatnya sih tidak harus mengikuti tren yang ada, tetapi yang penting nyaman di tubuh kita. Pokoknya yang penting kita percaya diri, nyaman dengan diri sendiri, menerima apa adanya, love yourself. Bahkan, akan lebih oke lagi kalau kita bisa menunjukkan kelebihan-kelebihan kita yang lain.



Euforia budaya pop di masa globalisasi menawarkan begitu banyak hal yang hanya berakhir menjadi kesan-kesan tanpa satupun yang dapat dialami. Dengan budaya refleksi, kesan-kesan tersebut dapat diendapkan. Secara satu persatu pengalaman negatif maupun positif dapat dianalisis, dipertimbangkan, disimpulkan, dan akhirnya diendapkan dalam nurani. Proses inilah yang membuat kaum muda remaja dapat menyadari baik dan buruknya suatu sikap. Dalam proses ini juga kaum muda remaja diajak untuk menindaklanjuti berbagai pengalaman yang didapat, sehingga muncul nilai-nilai dari setiap kejadian yang dialami, dan tentunya nilai tersebut dapat menjadi bekal hidup selanjutnya.


Oleh karena itu kita sebagai kaum muda remaja harus mampu merubah diri kita menjadi manusia yang bermakna bagi orang lain melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Usaha ini hanya bisa tercapai melalui usaha pribadi bukan orang lain, ada pepatah mengatakan jangan mengubah orang lain sebelum bisa mengubah diri sendiri. Selamat berefleksi wahai para remaja ... !

Sabtu, 08 Mei 2010

Tugas Creative Writing, CERPEN

Penyusun :

1. Dwi Febrianti B 501 08 039
2. Dewi Aticha octavianthi B 501 08 107
3. Asrifah B 501 08 017
4. Moh. Tasrif B 501 07
5. Mardan itoyo B 501 08


“Kesuksesan anaknya tak membuat kepribadiannya berubah”

Seorang perempuan yang telah lanjut usia begitu menikmati hidupnya. Dia telah sukses membimbing anak-anaknya. Kini anak-anaknya telah menjadi orang yang sukses. Salah satu anaknya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Propinsi, ada juga yang menjadi Sekretaris Bappeda, dan ada juga yang menjadi Ketua Granat Propinsi. Tapi itu semua tidak membuatnya bangga. Dia tidak pernah ingin memperlihatkan dirinya adalah orang kaya. Dalam berpenampilan pun dia sangat sederhana, dia tidak pernah memakai Perhiasan yang mewah bahkan ketika ke pasarpun dia hanya mengenakan Daster yang mungkin menurut orang itu tak layak untuk dipakai. Terkadang anak-anaknya menegurnya “Ma, janganlah berpakaian seperti itu, Apa kata orang nanti, Anak-anaknya sukses tapi tak sukses menjaga orang tuanya sendiri”, Dia tak pernah mendengarnya karena dia ingin menjadi dirinya sendiri. Ketika ke pasar, dia juga tidak pernah menggunakan fasilitas yang mewah padahal sebenarnya dia punya fasilitas itu seperti mobil lengkap dengan supirnya. Dia lebih memilih naik becak dari pada harus naik kendaraan yang mewah. Sampai setiap pagi beberapa Tukang Becang mangkir didepan rumah dia, menunggu dia untuk berkeliling dipasar menggunakan becak. Setiap kali naik becak biasanya dia membayar seratus ribu bahkan lebih jika yang membawanya itu baik kadang juga dia mengajak makan bersamanya. Di pasar, dia terkenal bukan karena anaknya tetapi karena kebaikan hatinya. Setiap membeli, dia selalu memberikan uang lebih kepada penjual.

Makanan favoritnya adalah Nasi Goreng Darisa. Saat itu, dia ingin makan nasi goreng. Dia adalah orang yang tidak mau menyusahkan orang lain kendatipun dia pergi membelinya dengan naik becak. Karena jauhnya perjalanan yang dia tempuh untuk dapat sampai di Darisa akhirnya sampai dirumah dia kelelahan dan drop. Saat itu, dia tidak lagi bisa melakukan kegiatannya sehari-hari ke pasar. Dia hanya terbaring lemah ditempat tidur dan tidak ada nafsu makan sampai akhirnya semua anaknya ingin membawanya ke Rumah Sakit tetapi dia bersi keras tidak mau dirawat di Rumah sakit, dia lebih memilih dirawat dirumahnya sendiri sehingga anaknya memanggil dokter pribadi untuk dapat melihat kondisinya.

Setiap hari dokter selalu datang mengontrol kondisinya. Karena sariawan dimulutnya semakin membesar hingga dia tak mampu untuk makan, dokter pun memberikan vitamin melalui infuse. Hari demi hari tidak ada perubahan yang signifikan,Semakin hari kondisinya semakin lemah. Walaupun kondisinya sudah sangat lemah, dia memaksakan diri untuk keluar rumah sekedar jalan-jalan dan minum es kelapa muda di jalur dua. Sampai di tempat es kelapa muda, dia teringat anak-anaknya sehingga ia tidak ingin lagi minum es kelapa muda. Dia hanya ingin mengunjungi rumah anak-anaknya. Satu persatu ia datangi, anak-anaknya sempat terkejut dengan kedatangannya karena selama dia sakit dia tidak pernah keluar rumah. Anak-anaknya sudah mempunyai firasat yang tidak baik tentang dia. Tetapi itu semua disembunyikan dengan senyum manis anak-anaknya menyambut kedatangannya.

Dia pun pulang dengan hati yang legah karena telah bertemu dengan anak-anaknya. Sampai seketika saat itu, dia sudah tidak sadarkan diri. Dia mencari semua anak-anaknya, menantunya dan semua cucu-cucunya. Semuanya telah terkumpul. Air matapun pun mengalir melihat kondisinya seperti itu. Karena kondisinya semakin buruk, semuanya pun berzikir dan membaca ayat-ayat suci alquran untuk mengantarnya sampai dinafas terakhir. Ajalpun telah menjemputnya, ia pun telah tiada. Air matapun mengalir deras karena tidak menyangka hal ini akan terjadi tetapi semuanya pasrah dan ikhlas.

Hingga saat almarhuma dikebumikan, begitu banyak orang-orang yang datang melayat kerumah duka termasuk tukang becak yang sering mengantarnya ke pasar. Semuanya menangis dengan kepergiannya. Tapi ada satu hal yang dapat kita pelajari dari sini, bahwa Kebenaran, Kesuksesan dan kebahagiaan bukanlah kenyataan, akan menjadi nyata jika kita telah tiada.

Tugas Mid Filsafat Komunikasi

* Fenomena yang menarik perhatian saya adalah mengenai Sri Mulyani Indrawati yang menjadi petinggi Bank Dunia yang merupakan salah satu dari tiga direktur pelaksana.

*Berita ini menarik karena di Indonesia Dia tertuduh menyalahgunakan kekuasaan terkait dengan bail out PT bank century Tbk senilai Rp 6,7 triliun pada 2008. Di sisi lain, Bank Dunia malah memuji Sri Mulyani mampu memimpin kebijakan ekonomi Indonesia. Dan sekali lagi Indonesia harus kehilangan Orang yang berprestasi .

BERITA

Sri Mulyani: Itu Kehormatan Bagi Indonesia
Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono disalahkan DPR dalam kasus bailout Century.
Rabu, 5 Mei 2010, 10:17 WIB

VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipilih menjadi penasehat top bagi Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick. Sri Mulyani mulai 1 Juni merupakan salah satu dari tiga direktur pelaksana, jabatan tertinggi di bawah Zoellick.
Lantas, bagaimana tanggapan Sri Mulyani?
Dia menjawab, "Ini adalah kehormatan besar bagi saya dan juga untuk negara saya karena mendapat kesempatan untuk berkontribusi pada misi yang sangat penting bank dalam mengubah dunia," kata Sri Mulyani dalam pernyataannya seperti dikutip Blomberg, 4 Mei 2010.

Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono, mantan Gubernur BI menjadi target kampanye oposisi menuduh mereka menyalahgunakan kekuasaan terkait dengan bail out PT bank century Tbk senilai Rp 6,7 triliun pada 2008.
Sebaliknya, Bank Dunia malah memuji Sri Mulyani mampu memimpin kebijakan ekonomi Indonesia. "Ia berhasil menavigasi ekonomi RI di tengah-tengah krisis ekonomi global, menerapkan reformasi kunci, serta mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekannya di seluruh dunia," kata Bank Dunia dalam pernyataannya, yang dirilis 4 Mei 2010. (art)

Ulasan tentang 7 Pertanyaan Filsafat
1.Fakta yang dimaksud adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipilih menjadi penasehat top bagi Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick.

2.Fakta yang terjadi, Terpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu dari tiga direktur pelaksana jabatan tertinggi di bawah Zoellick karena mampu memimpin kebijakan ekonomi Indonesia.

3.Fakta ini disusun mulai dari terpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu dari tiga direktur pelaksana jabatan tertinggi di bawah Zoellick, karena mampu memimpin kebijakan ekonomi di Indonesia sementara di Indonesia Sri Mulyani Indrawati dituduh menyalahgunakan kekuasaan terkait dengan bail out PT bank century Tbk senilai Rp 6,7 triliun pada 2008.

4.Perlu disampaikan karena Sri mulyani termasuk orang yang berprestasi di Indonesia.

5.Fakta ini disampaikan karena terbukti Bank Dunia memuji Sri Mulyani mampu memimpin kebijakan ekonomi Indonesia. "Ia berhasil menavigasi ekonomi RI di tengah-tengah krisis ekonomi global, menerapkan reformasi kunci, serta mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekannya di seluruh dunia," kata Bank Dunia dalam pernyataannya, yang dirilis 4 Mei 2010.

6.Fakta yang disampaikan benar-benar fakta karena mulai 1 Juni Sri Mulyani merupakan salah satu dari tiga direktur pelaksana, jabatan tertinggi di bawah Zoellick.

7.penyampaiannya sudah memenuhi kaidah-kaidah komunikasi karena semua berita yang disampaikan adalah fakta bukan opini semata dari penulis


“CAUSA”

1.Causa Materialis, Mentri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick,

2.Causa Formalis, Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono, mantan Gubernur BI menjadi target kampanye oposisi menuduh mereka menyalahgunakan kekuasaan terkait dengan bail out PT bank century Tbk senilai Rp 6,7 triliun pada 2008.

Sebaliknya, Bank Dunia malah memuji Sri Mulyani mampu memimpin kebijakan ekonomi Indonesia. "Ia berhasil menavigasi ekonomi RI di tengah-tengah krisis ekonomi global, menerapkan reformasi kunci, serta mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekannya di seluruh dunia," kata Bank Dunia dalam pernyataannya, yang dirilis 4 Mei 2010. (art).

3.Causa Efficent, Terpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu dari tiga direktur pelaksana jabatan tertinggi di bawah Zoellick.

4.Causa Finalis, untuk berkontribusi pada misi yang sangat penting bank dalam mengubah dunia.

Sabtu, 24 April 2010

Ulasan2 dengan berpedoman pada 7 pertanyaan filsafat.

KALAH PERSIDANGAN

PEMKAB TOLITOLI BAYAR GANTI RUGI Rp 210 JUTA

Tolitoli – Pengadilan Negeri (PN) Tolitoli menghukum Pemerintah Kabupaten Tolitoli membayar ganti rugi lahan masyarakat sebesar Rp 210 Juta, setelah ahli waris pemilik tanah Robi Parigi memenangkan sidang dalam gugatan persidangan sengketa tanah kantor Kelurahan Tuelei, Kecamatan Baloan, akhir pekan lalu.

Pemda Tolitoli digugat ke PN dengan nomor perkara 13/PDT.G/2009/PN,TLI, karena mendirikan kantor Kelurahan Tuelei sekitar tahun 1982 dilahan seluas 600 m2 milik Oscar Parigi, tanpa ada upaya ganti rugi lahan. “Dalil gugatannya, Pemda melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Eky Rasyid SH, Penasihat Hukum (PH) Penggugat, kepada media ini senin kemarin.

Terbukti dalam persidangan, setelah menghadirkan saksi-saksi, semua mengakui benar tanah itu adalah milik almarhum Oscar Parigi, ayah dari Robi Parigi.

Saat jalannya persidangan, Pemda juga bersikeras mengklaim bahwa tanah sengketa itu telah diganti rugi dengan menghadirkan saksi Abi sale, mantan lurah Tuelei tahun 1982. Namun, alat bukti ganti rugi tidak mampu diperlihatkan didalam persidangan.

Sebagai PH Penggugat, Eky berharap agar Pemda tolitoli segera memberikan ganti rugi lahan tersebut karena hal ini dinilai sebagai bentuk pelayanan public Pemda yang harus menghargai hak milik atas tanah masyarakat.

“Ganti rugi lahan sudah dianggarkan pada APBD 2009, Pemda harus bayarkan itu, jangan menunda pembayarannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad malontu SH, kuasa hokum Pemda mengatakan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan langkah banding. “Sesuai hokum acara perdata, majelis memberikan waktu 14 hari untuk berfikir,” terangnya.

Untuk uang ganti rugi lahan yang dianggarakan pada APBD tahun 2009 sudah dikembalikan ke kas Negara. “Pada pembahasan peng-anggaran, Pemda menolak untuk dianggarkan karena dalam pembahasan penganggaran ganti rugi, Pemda maupun DPRD tidak mempunyai data pendukung untuk lakukan ganti rugi. Dan anggarannya sudah kembali kes daerah,” kata ahmad. (JUANDA)
Sumber : Media Alkhairaat, Selasa 20 April 2010.

Ulasannya :

1. Fakta disini adalah Pemkab Tolitoli kalah dalam persidangan dan harus membayar ganti rugi lahan masyarakat sebesar Rp 210 Juta.

2. Fakta terjadi karena Pemda melakukan perbuatan melawan hukum dengan mendirikan kantor Kelurahan Tuelei dilahan seluas 600m2 milik Oscar Parigi, tanpa ada upaya ganti rugi lahan. Terbukti dalam persidangan, saksi-saksi yang dihadirkan mengakui benar tanah itu adalah milik almarhum Oscar Parigi, ayah dari Robi Parigi.

3. Faktanya disusun menjadi wacana dimulai dari Pengadilan Negeri (PN) Tolitoli menghukum Pemerintah Kabupaten Tolitoli membayar ganti rugi lahan masyarakat sebesar Rp 210 Juta, setelah ahli waris pemilik tanah Robi Parigi memenangkan sidang dalam gugatan persidangan sengketa tanah kantor Kelurahan Tuelei, Kecamatan Baloan, akhir pekan lalu. dan terbukti dari saksi-saksi yang dihadirkan membenarkan tanah itu adalah milik Almarhum Oscar Parigi ayah dari Robi Parigi. Sempat Pemda bersikeras dengan menghadirkan Mantan Lurah Tuelei namun alat bukti tidak mampu diperlihatkan di dalam persidangan.

4. Faktanya memang perlu disampaikan karena kantor Kelurahan Tuelei didirikan ditanah milik Almarhum Oscar Parigi tanpa ada upaya ganti rugi.

5. Fakta ini disampaikan karena terbukti dari saksi-saksi yang dihadirkan semua membenarkan bahwa tanah itu adalah milik almarhum Oscar Parigi walaupun Pemda Kabupaten bersikeras dengan menhadirkan saksi mantan lurah Tuelei namun alat buktyi tidak mampu dipeerlihatkan dalam persidangan.

6. Fakta yang disampaikan memang benar-benar fakta, terbukti dari saksi-saksi yang membenarkannya.

7. penyampaiannya sudah memenuhi kaidah-kaidah komunikasi karena semua berita yang disampaikan adalah fakta bukan opini semata dari penulis. dan unsur beritanya mengandung 5W+1H.

Rabu, 17 Maret 2010

Who Am I...???

Saya Dwi Febrianti anak kedua dari 4 Bersaudara pasangan Alm.Drs.Hi Supardi Ibrahim dan Hj. Salamah D. Yambas. Saya seorang Mahasiswi Universitas tadulako Program Studi Ilmu Komunikasi sekaligus Pegawai Honor (Kontrak) di Kantor DPRD Propinsi Sulawesi Tengah sebagai staf Komisi IV. Saya memilih Prodi Ilmu Komunikasi karena saya ingin seperti alm.Ayah saya. Alm. Ayah saya lulusan STISIPOL Jurusan Ilmu Komunikasi dan ayah saya termasuk seorang Penulis (Biasa dimuat diMedia Alkhairaat), bisa menyiar juga (RRI), dan bisa juga membawa Acara (Stasiun TVRI Palu) dan bisa dibilang Alm. Ayah saya termasuk orang yang cerdas (itu menurut saya),dan saya selalu berusaha untuk bisa seperti |Alm.Papa. Saya tidak dapat menilai diri saya sendiri. yang pasti sih saya sama seperti perempuan pada umumnya Cerewet, Suka gosip yang tak jelas, dan 1 hal yang perlu diketahui saya phobia sama yang namanya kucing.

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya. Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum dan disusul dengan penjelasan umum.

Contoh:
Setiap orang dilahirkan dan di besarkan di dalam lingkungan keluarga. Tak seorangpun yang tidak mengalami kehidupan di dalam keluarga. Pemeliharaan dan pembinaan seseorang anak adalah perwujudan cinta kasih kepada orang tua. Secara alamiah orang tua mempunyai rasa cinta kepada anak. Bagaimanapun keadaannya orang tua tetap akan memelihara dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya.

Paragraf Induktif

Paragraf Induktif adalah Paragraf yang kalimat utamanya terletak diakhir kalimat dan kalimat penjelasnya terletak di awal paragraf. Paragraf ini diawali dengan urutan pernyataan khusus dan disusul dengan pernyataan umum.

Contohnya :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional

Minggu, 14 Maret 2010

Tugas Filsafat Komunikasi

1. Apa yang diketahui tentang Filsafat?

Filsafat berasal dari bahasa Yunani untuk “cinta kebijaksanaan”, member kita dua titik awal yang penting: cinta (atau nafsu) dan kebijaksanaan (pengetahuan,pemahaman). Filsafat kadang-kadang tampaknya harus dikejar tanpa gairah seolah-olah itu adalah subjek teknis seperti teknik atau matematika. Meskipun ada peran untuk memihak penelitian, filsafat harus berasal dari semangat untuk beberapa tujuan : yang dapa diandalkan, akurat memahami diri dan dunia kita.

2. Pentingnya Mahasiswa Belajar Filsafat?

1. Filsafat akan membawa kita berfikir secara mendalam. Maksudnya, untuk mencari kebenaran substansial atau kebeanaran yang sebenarnya dan mempertimbangkan semua aspek.
2. Mencari pemahaman nyang lengkap dan dalam. Maksudnya, mengaukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis.
3. Memahami Akar Paradigma baru. Menurut Thomas Kun, setiap ilmu pengetahuan memandang sesuatu dari frame atau domain berada.

3. Bagaimana Ciri-ciri Berpikir Filsafat?

1. Radikal, sampai ke akar persoalan.
2. Kritis, tanggap terhadap persoalan yang berkembang
3. Rasional, sejauh dapat dijangkau akal manusia
4. Reflektif, mencerminkan pengalaman pribadi
5. Konseptual, hasil konstruksi pemikiran.
6. Koheren, runtut berurutan
7. Konsisten, berpikir lurus atau tidak berlawanan.
8. Sistematis, saling berkaitan.
9. Metodis, ada cara untuk memperoleh kebenaran.
10. Komprehensif, menyeluruh.
11. Bebas dan bertanggungjawab.

4. Manfaat mahasiswa mempelajari Filsafat?
1. Mengajarkan cara berpikir kritis
2. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
3. Dinamika kehidupan terus berkembang, sehingga diperlukan penggunaan akal yang proporsional
4. Membuka wawasan berpikir menuju ke arah penghayatan.

5. APAKAH Ada Perbedaan Berfikir Biasa,Berfikir Ilmiah, dan Berfikir Filsafat, JELASKAN?
Perbedaan berfikir biasa, berfikir Ilmiah dan berfikir Filsafat :
a. Berfikir Biasa adalah berfikir dengan menggunakan akalnya secara sederhana untuk memperoleh pengetahuan terutama dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan, sehingga manusia dapat mempertahankan hidupnya.
b. Berfikir Ilmiah adalah berfikir untuk memahami kaidah-kaidah berfikir benar ( logika ) yang memerlukan keahlian dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk mencapai kebenaran.
c. Berfikir Filsafat adalah berfikir dengan mengacu pada kaidah-kaidah tertentu secara disiplin dan mendalam sehingga setiap masalah/subtansi mendapat pencermatan yang mendalam untuk mencapai kebenaran jawaban dengan cara yang benar sebagai manifestasi kencintaan pada kebenaran.

6. BERFILSAFAT BERARTI BERFIKIR, TAPI BERFIKIR TIDAK BERARTI BERFILSAFAT, KENAPA, JELASKAN?
BERFILSAFAT BERARTI BERFIKIR artinya berfikir dengan bermakna dalam arti berfikir itu ada manfaatnya, maknanya dan tujuannya, sehingga mudah untuk direalisasikan dari berfikir itu karena sudah ada acuan dan tujuan yang pasti/sudah ada planing dan controlnya. dan yang paling utama hasil dari berfikir itu bermanfaat bagi orang banyak. tapi BERFIKIR TIDAK BERARTI BERFILSAFAT, karena isi dari berfikir itu belum tentu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas atau mungkin hanya khayalan saja. contoh: berfikir utang yang belum bisa dibayar, berfikir pengen jadi kaya dan lain sebagainya.

Sabtu, 05 Desember 2009

Sejarah Perkembangan Industri Majalah

1. Guttenberg sebagai Pemicu

Dunia cetak-mencetak mulai mengalami kemajuan tak henti-henti sejak dikembangannya mesin cetak oleh Johannes Guttenberg tahun 1455. Mesin cetak ini merupakan yang pertama kalinya di Eropa yang menggunakan cetak logam yang dapat digerakkan (movable metal type). Secara dramatis, penemuan ini meningkatkan kecepatan produksi barang cetakan, termasuk buku dan majalah. Mesin cetak juga mengurangi waktu yang digunakan dalam produksi buku dan majalah sebelumnya.

Di Amerika, majalah merupakan media cetak yang terbit belakangan setelah buku dan surat kabar.Hingga tahun 1800-an, tak satu pun majalah yang terbit sanggup bertahan lebih dari 14 bulan. Sampai tahun 1890, majalah-majalah terkemuka di Amerika seperti Harper’s, Century, dan Scribner’s ditujukan untuk kaum minoritas, yakni warga masyarakat yang kaya, agamawan, bangsawan, dan ilmuwan. Perubahan khalayak dari kalangan tertentu ke masyarakat luas, bagi majalah terjadi 50 tahun lebih lambat daripada koran. Isi majalahnya pun jauh dari selera, daya tangkap, dan kepentingan orang kebanyakan. Majalah-majalah yang beredar pada masa itu seperti Atlantic dan Harper’s masih penuh dengan artikel-artikel yang akan memusingkan orang kebanyakan.

Di masa ini, telah ada mesin cetak, kereta api, dan telegram untuk mengirim-menerima berita. Mesin-mesn cetak rintisan Guttenberg mulai berubah ke mesin cetak Columbia. Sampai 1825, media cetak di AS masih menggunakan mesin cetak silinder bertenaga uap yang hanya bisa mencetak 2000 eksemplar per jam. Penggunaan mesin silinder ganda hanya dapat menaikkan produksi dua kali lipat. Baru setelah mesin cetak putar tenaga listrik digunakan, koran-koran bisa mencetak 20.000 eksemplar per jam.


2. Sejarah singkat Perkembangan Majalah

Majalah yang paling awal adalah Erbauliche Monaths – Unterredungen (1663–1668) diterbitkan oelh Johann Rist, seorang teolog dan penyair dari Hamburg, Jerman.

Bentukan iklan buku dikenalkan sejak tahun 1650, berupa feature yang muncul secara reguler dan kadang diberi ulasan. Katalog-katalog reguler terbit, seperti Mercurius Librarius atau A Catalogue of Books (1668-1670). Tetapi, selama abad 17 terbitan semacam itu rata-rata berumur pendek.

Jenis majalah yang lebih ringan isinya, atau berkala hiburan, pertama kali terbit pada 1672, yaitu Le Mercure Galant, didirikan oleh seorang penulis, Jean Donneau de Vice. Isinya: kisah-kisah kehidupan, anekdot, dan mutiara hikmah.

Di awal terbitannya, berbagai majalah didesain hanya untuk kalangan terbatas. Penerbitnya lebih suka disebut pengelola”quality” magazines. Sejak 1830-an, bermunculan majalah-majalah berharga murah, yang ditujukan kepada publik yang lebih luas. Awalnya berbagai majalah ini menyajikan mater-materi yang bersifat meningkatkan, mencerahkan, dan menghibur keluarga. Tapi, pada akhir abad 18 berkembang majalah-majalah populer yang semata-mata menyajikan hiburan. Di Inggris, Charles Knight menjadi pelopor majalah jenis baru ini. Ia menerbitkan mingguan Penny Magazine (1832 – 1846) dan Penny Cyclopedia (1833 – 1858). Di samping majalah populer, muncul pula berbagai penerbitan majalah serially yang dipenuhi dengan gambar-gambar ilustrasi. Di AS, sampai tahun 1850, perkembangan itu tidak ditemukan. Yang tercatat mengmbangkan penerbitan berskala nasional jangkauan oplahnya yaitu Saturday Evening Post (1821 – 1869) dan Youth Companion (1827 – 1929).

Pada seperempat akhir abad 19, penerbitan majalah mengalami peningkatan pasar. Masyarakat mendapat limpahan informasi dan hiburan. George Newness menyalurkan hobinya yang berawal dari kesukaannya menggunting paragraf-paragraf, pada 1881, dengan menerbitkan Tit-Bits yang terbit secara periodik, dan menyebar secara meluasmelintasi batas negara. Hal tersebut diikuti oleh the Strand yang menjadi populer karena kisah-kisah Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

3. Perubahan Besar

Perubahan besar dalam industri majalah terjadi pada tahun 1890-an, ketika S.S. McClure, Frank Musey, Cyrus Curtis, dan sejumlah penerbit lain mulai mengubah industri penerbitan majalah secara revolusioner. Mereka melihat adanya ratusan ribu calon pelanggan yang belum terlayani oleh majalah yang ada. Mereka juga melihat bahwa iklan akan memainkan peranan penting dalam perekonomian AS. Maka, para tokoh ini menciptakan majalah yang isinya sesuai dengan selera dan kepentingan orang banyak. Munsey’s dan McClure’s mulai menyajikan liputan olahraga di Harvard yang disusul dengan artikel olahraga umum, tulisan tentang perang, lagu-lagu populer, para pesohor (selebritis), dan sebagainya. Curtis lalu menerbitkan majalah khusus kaum ibu, Ladies’ Home Journal, yang kemudian menjadi majalah pertama yang mencapai tiras 1 juta. Majalah-majalah khusus seni dan arsitektur, kesehatan, dan sebagainya segera ikut bermunculan. Terjadilah fenomena yang disebut dengan popularisasi dan segmentasi isi.

Para penerbit majalah juga berusaha menekan harga agar bisa terjangkau oleh orang kebanyakan. Pada tahun 1893, Frank Munsey menjual Munsey’s seharga 10 sen, jauh lebih murah daripada majalah lain. Iklan menjadi kian penting daripada harga majalah. Curtis kemudian bahkan menurunkan harga majalahnya menjadi 5 sen, lebih murah daripada harga kertas majalahnya sendiri. Isi populer dan harga murah itu sukses menjaring banyak pembeli, sehingga pengiklan pun tertarik. Kerugian akibat harga yang lebih murah daripada biaya produksi ditutup oleh penghasilan dari iklan. Redistribusi pendapatan memunculkan kelas menengah yang daya belinya lebih baik, dan mereka merupakan pasar potensial aneka produk massal yang dapat dijaring melalui iklan di majalah. Hal ini juga mendorong penerbit untuk berusaha membidik pembeli yang homogen guna memudahkan segmentasi iklan.

Dulu, untuk mempercepat reproduksi majalah mempekerjakan banyak seniman yang masing-masing membuat sebagian gambar yang lalu disatukan sebelum digunakan sebagai materi cetakan. Teknik cetak foto modern jelas serba lebih mudah. Pengiriman foto juga gampang dilakukan sejak adanya kamera saku dan jasa pencetakan dan pengiriman foto kilat sejak 1935. Jika sebelumnya produk bacaan (cetak) dan aksesnya hanya tersedia bagi kalangan tertentu, maka belakangan produk-produk tersebut dapat diproduksi lebih banyak dan menyebar ke pembaca yang lebih luas. Terbitan koran dan majalah juga termasuk yang harus berusaha keras menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi baru ini. Banyak majalah raksasa yang tertekan, Tidak sedikit mingguan atau bulanan yang sudah puluhan tahun terbit dan berjangkauan luas akhirnya terpaksa tutup.

Majalah yang mampu bertahan umumnya yang bersifat khusus, seperti majalah khusus wisata (Sunset), olahraga (Sport Illustrated), hobi perahu layar (Yachting), penggemar acara televisi (TV Guide), atau berita-berita ilmiah (Scientific American). Majalah-majalah yang meliput segala hal (pusparagam) seperti Collier’s dan Saturday Evening Post, sudah bukan zamannya lagi, bahkan juga bagi yang awalnya begitu terkenal seperti Life dan Look. Sekarang adalah zaman majalah-majalah khusus.

Minggu, 25 Oktober 2009

Teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers

Munculnya Teori Difusi Inovasi dimulai pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1903, ketika seorang sosiolog Perancis, Gabriel Tarde, memperkenalkan Kurva Difusi berbentuk S (S-shaped Diffusion Curve). Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu.

Pada tahun 1962 Everett Rogers menulis sebuah buku yang berjudul “ Diffusion of Innovations “ yang selanjutnya buku ini menjadi landasan pemahaman tentang inovasi, mengapa orang mengadopsi inovasi, faktor-faktor sosial apa yang mendukung adopsi inovasi, dan bagaimana inovasi tersebut berproses di antara masyarakat.
Menurut Rogers, definisi difusi sebagai proses di mana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu di anatar para anggota suatu sistem sosial (The Process by Which an innovation is Communicated Through Certain Channels Overtime Among The Members Of a Social System). Difusi adalah suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. Sedangkan Komunikasi didefinisikan sebagai proses di mana para pelakunya menciptakan informasi dan saling pertukaran informasi tersebut untuk mencapai pengertian bersama. Di dalam isi pesan itu terdapat ketermasaan (Newness) yang memberikan kepada difusi ciri khusus yang menyangkut ketidakpastian (Uncertainty). Ketidakpastian adalah suatu derajat di mana sejumlah alternatif dirasakannya berkaitan dengan suatu peristiwa beserta kemungkinan-kemungkinan pada alternatif tersebut. Derajat ketidakpastian oleh seseorang akan dapat dikurangi dengan jalan memperoleh informasi.
Rogers menyatakan bahwa inovasi adalah ““an idea, practice, or object perceived as new by the individual.” (suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu). Dengan definisi ini maka kata perceived menjadi kata yang penting karena pada mungkin suatu ide, praktek atau benda akan dianggap sebagai inovasi bagi sebagian orang tetapi bagi sebagian lainnya tidak, tergantung apa yang dirasakan oleh individu terhadap ide, praktek atau benda tersebut.

Sesuai dengan pemikiran Rogers, dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok, yaitu:
(1) Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.
(2) Saluran komunikasi; ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sumber paling tidakperlu memperhatikan (a) tujuan diadakannya komunikasi dan (b) karakteristik penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas, maka saluran komunikasi yang lebih tepat, cepat dan efisien, adalah media massa. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal, maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.
(3) Jangka waktu; proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya, dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam
(a) proses pengambilan keputusan inovasi
(b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi, dan
(c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial.
(4) Sistem sosial; kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama

Lebih lanjut teori yang dikemukakan Rogers (1995) memiliki relevansi dan argumen yang cukup signifikan dalam proses pengambilan keputusan inovasi. Teori tersebut antara lain menggambarkan tentang variabel yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi suatu inovasi serta tahapan dari proses pengambilan keputusan inovasi. Anggota sistem sosial dapat dibagi ke dalam kelompok-kelompok adopter (penerima inovasi) sesuai dengan tingkat keinovatifannya (kecepatan dalam menerima inovasi). Salah satu pengelompokan yang bisa dijadikan rujuakan adalah pengelompokan berdasarkan kurva adopsi, yang telah duji oleh Rogers (1961). Gambaran tentang pengelompokan adopter dapat dilihat sebagai berikut:

1. Innovators: Sekitar 2,5% individu yang pertama kali mengadopsi inovasi. Cirinya: petualang, berani mengambil resiko, mobile, cerdas, kemampuan ekonomi tinggi.
2. Early Adopters (Perintis/Pelopor): 13,5% yang menjadi para perintis dalam penerimaan inovasi. Cirinya: para teladan (pemuka pendapat), orang yang dihormati, akses di dalam tinggi
3. Early Majority (Pengikut Dini): 34% yang menjadi pera pengikut awal. Cirinya: penuh pertimbangan, interaksi internal tinggi.
4. Late Majority (Pengikut Akhir): 34% yang menjadi pengikut akhir dalam penerimaan inovasi. Cirinya: skeptis, menerima karena pertimbangan ekonomi atau tekanan social, terlalu hati-hati.
5. Laggards (Kelompok Kolot/Tradisional): 16% terakhir adalah kaum kolot/tradisional. Cirinya: tradisional, terisolasi, wawasan terbatas, bukan opinion leaders,sumberdaya terbatas.

Mengenai saluran komunikasi sebagai sarana untuk menyebarkan inovasi, Rogers menyatakan bahwa media massa lebih efektif untuk menciptakan pengetahuan tentang inovasi, sedangkan saluran antarpribadi lebih efektif dalam pembentukan dan percobaan sikap terhadap ide baru, jadi dalam upaya mempengaruhi keputusan untuk melakukan adopsi atau menolak ide baru.

Model Difusi Inovasi akhir-akhir ini banyak digunakan sebagai pendekatan dalam komunikasi pembangunan, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Contohnya adalah strategi percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian Dan hampir semua inovasi, apakah berupa ide atau produk, memerlukan proses difusi agar bisa diadopsi. Contoh, traktor agar petani bisa berpindah dari pola tradisional ke pola pertanian modern. Metode pembelajaran aktif agar guru berpindah dari metode pendidikan tradisional ke metode pendidikan modern. Kompor gas, agar para ibu rumah tangga, bahkan di pedesaan dapat berpindah dari pola kompor minyak atau kayu ke kompor gas. Semuanya membutuhkan proses difusi yang melibatkan teknik komunikasi tertentu agar dapat diterima oleh suatu sistem sosial tertentu. Semua inovasi, memiliki karakteristik yang berbeda baik dari sisi inovasinya itu sendiri maupun sistem sosial dimana inovasi tersebut akan diberlakukan. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang harus digunakan juga akan berbeda satu sama lain.
Contoh yang lebih fenomenal adalah keberhasilan Pemerintah Orde Baru dalam melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Dalam program tersebut, suatu inovasi yang bernama Keluarga Berencana, dikomunikasikan melalui berbagai saluran komunikasi baik saluran interpersonal maupun saluran komunikasi yang berupa media massa, kepada suatu sistem sosial yaitu seluruh masyarakat Indonesia. Dan itu terjadi dalam kurun waktu tertentu agar inovasi yang bernama Keluarga Berencana Tersebut dapat dimengerti, dipahami, diterima, dan diimplementasikan (diadopsi) oleh masyarakat Indonesia. Program Keluarga Berencana di Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan prinsip difusi inovasi. Ini adalah contoh difusi inovasi, dimana inovasinya adalah suatu ide atau program kegiatan, bukan produk.

D A F T A R P U S T A K A

1. Rogers, Everett M (1983), Diffusion of Innovation, The Free Press, A Division of Macmillan Publishing C., Inc. New York.
2. Onong Uchjana Effendy, M.A, Prof. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. PT. CITRA ADITYA BAKTI, Bandung, 2003.
3. Sumber Lainnya.

Tugas II

Perkembangan digitalisasi adalah buah dari perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini. Sehingga mau tidak mau sebagai negara yang berkembang Indonesia harus juga masuk ke era digitalisasi, karena sudah merupakan tuntutan zaman dan globalisasi. Dimana, Perkembangan digitalisasi ini akan berpengaruh pada masyarakat dan pada media massa. Dimana masyarakat dengan mudah mendapat informasi melalui media massa seperti Televisi, Radio, Surat Kabar dan bahkan sekarang dapat mengakses melalui internet.

Zaman dahulu sebelum berkembangnya digitalisasi, masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mengantarkan sebuah surat atau pesan terhadap orang lian. Tetapi sekarang berbeda, melalui Televisi, Radio, surat kabar dapat dengan mudah mendapatkan informasi atau berita-berita yang up to date, aktual dan relevan.

Dan terlihat jelas juga dimasa lalu ketika pengambilan foto atau gambar, prosesnya memakan waktu yang lama. Untuk tiba di ruang redaksi, kadang-kadang klise foto harus dikirim melalui jarak yang jauh, memakai kendaraan, kreta api, kapal bahkan pesawat. Itu pun masih membutuhkan waktu lama di ruang gelap untuk proses cetak. Sekarang semua dapat dilakukan sekaligus dengan menggunakan kamera digital, handphone, bahkan komputer laptop. Sesaat setelah gambar diambil dengan kamera digital dapat dengan segera disambungkan dengan kabel atau bluetooth ke komputer, dan dalam hitungan detik komputer dengan segera membaca dan mendownload foto dan menampilkan ke layar komputer

Seperti yang kita ketahui, sebelumnya proses jurnalistik berlangsung searah, dan kita harus percaya pada para editor, reporter dan fotogarafer dan mengambil apa yang mereka sodorkan. Ini tidak berlaku lagi. Diskusi bahkan perdebatan terhadap semua issu semakin diperkaya pada era digital. Kita dapat dengan mudah mengomentari, mengeritik, memberikan koreksi terhadap sebuah berita. Melalui internet memungkinkan jurnalis mendapatkan fakta-fakta dengan cara yang sangat berbeda. Mencari fakta sekarang amat mudah. Namun demikian, pelaporan melalu internet berarti bahwa seorang jurnalis tetap harus mengecek fakta-fakta dan tidak mengambilnya bulat-bulat, hanya karena sumbernya mengatakan benar.. Internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting membuat peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar. Siapa pun dapat menaruh apa pun di Internet. Luciano Floridi (1995) berpendapat bahwa Internet tampil seperti perpustakaan raksasa di mana setiap setengah jam sejumlah buku ditumpukkan di pintunya dan setiap hari mengubah posisi buku di rak-raknya.”

Berkembangnya era digitalisasi, mendorong media tradisional untuk dapat berkembang menyediakan edisi online agar dapat dengan mudah diakses oleh siapapun. Tampilan surat kabar online di internet yang pertama di Indonesia dirintis oleh Harian Republika dengan terbitnya RepublikaOnline.Com edisi internet koran itu pada tahun 1995. Beberapa artikel utamanya ditampilkan di situs web, yang dibaharui setiap hari sesuai periode terbit edisi cetaknya.

Jumat, 16 Oktober 2009

S a h a b at....???

Apa arti sahabat...???
Kata orang, sahabat adalah tempat berbagi suka maupun duka bersama.

Apa bedanya sahabat dan teman...???
Kata orang, sahabat dan teman itu beda...
Dimana sahabat ada disaat kita suka maupun duka, kalau teman biasanya ada saat dia butuh.

Apa gunanya punya sahabat...????
Kata Orang, kita bisa mencurahkan isi hati kita, masalah kita, dan sebagainya.

Apa punya sahabat menyenangkan...???
Kata Orang, Ya Iyalah kan kita selalu bersama saat suka maupun duka.

Apa semua itu benar...???

tapi...Bagaimana jika yang dikatakan sahabat tdk ada saat bersedih dan berduka, tidak dapat menyimpan curahan hati....???

Apa masih pantaskah dikatakan sahabat....???

Inilah sulitnya....
Disaat senang dan suka bersama sahabat, malah memuji-mujinya...
Tapi,,,saat sahabat tdk bersama saat bersedih dan berduka, malah ngomel2 dalam hati dan bilang Dia bukan sahabat...

Trus,,,maunya apa???

apa harus sahabat menemani sampai 24 jam...???

Kamis, 15 Oktober 2009

Mengapa.....????

Mengapa hidup ini harus ada pilihan????
Mengapa pertemuan harus ada perpisahan?
Mengapa ada tawa harus ada tangisan???
Mengapa juga ada kebahagiaan harus ada kesedihan???
Disaat dihadapkan pada pilihan, ada 2 kenyataan yang harus kita hadapi antara KEBAHAGIAAN atau malah PENYESALAN????
Bagaimana bila pilihan itu jatuh pada PENYESALAN???
apa harus kita mengeluarkan air mata untuk menjalani kehidupan yang kita pilih???
Atau mungkin juga menjalani hidup dengan penyesalan seumur hidup???

Rabu, 14 Oktober 2009

Rintihan seorang anak

Inilah hidup yang harus saya hadapi....
saya harus merelakan dan mengikhlaskan kepergian sesosok ayah karena sakit yang dideritanya.
hamba tak kuasa menahan air mata setiap ingat dan menyadari bahwa ayah sudah tidak bersama kami lagi untu selama-lamanya.
betapa terpukulnya hati keluarga kami saat harus menerima kenyataan hidup seperti ini karena harus kehilangan seseorang yang spesial dihati kami sekeluarga...

Riindu kami pada_Mu ayah...!!!
Rindu saat-saat kita berkumpul bersama...
Rindu dengan canda tawaMu ayah...
Rindu dengan suaramu
Rindu dengan nasihat2mu ayah....
Kami sekeluarga rinu ayah....

semua ini hanya bisa menjadi kenangan indah antara kami sekeluarga dengan ayah.......
tak akan pernah kami melupakan ayah, ayah akan slalu ada dihati kami.
tak akan ada yang bisa menggantikan ayah dihati kami.........
Dan kami selalu berdo'a untuk ayah agar ayah ditempatkan ditempat yang terbaik disisi ALLAH SWT dan diberikan jalan yang lurus menuju Surga ALLAH, amien ya ALLAH....